dari hati untuk semua….


Dari Ali bin Abi Thalib Ra berkata, Rasulullah saw bersabda: “Apabila umatku telah melakukan lima belas perkara, maka halal baginya (layaklah) ditimpakan kepada mereka bencana.” Ditanyakan, apakah lima belas perkara itu wahai Rasulullah?Rasulullah Saw bersabda: “Apabila…

1. Kekayaan negara hanya beredar pada para penguasa,

2. Amanah (barang amanah) dijadikan sebagai harta rampasan,

3. Zakat dianggap sebagai cukai (denda),

4 .Suami menjadi budak istrinya,

5. Mendurhakai ibunya,

6. Mengutamakan sahabatnya,

7. Berbuat zalim kepada ayahnya,

8.Terjadi kebisingan (suara kuat) dan keributan di dalam masjid (yang bertentangan dengan syari’ah),

9. Orang-orang hina, rendah, dan bejat moralnya menjadi pemimpin umat (masyarakat),

10. Seseorang dihormati karena semata-mata takut dengan kejahatannya,

11. Minuman keras (khamar) dan tersebar merata dan menjadi kebiasaan,

12. Laki-laki telah memakai pakaian sutera,

13. Penyanyi dan penari wanita bermunculan dan dianjurkan

14. Alat-alat musik merajalela dan menjadi kebanggaan atau kesukaan,

15. Generasi akhir umat ini mencela dan mencerca generasi pendahulunya;.

Apabila telah berlaku perkara-perkara tersebut, maka tunggulah datangnya malapetaka berupa; taufan merah (kebakaran), tenggelam ke dalam bumi (gempa bumi), dan perubahan-perubahan atau penjelmaan-penjelmaan dari satu bentuk kepada bentuk yang lain. (HR. Tirmidzi, 2136 dari Ali bin Abi Thalib)

SYARAT –  SYARAT  PEMIMPIN :

  • Mukhlish (HR. An-Nasai),
  • Cerdas dan sehat ( Al-Baqoroh 2 : 247 ),

247. Nabi mereka mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu.” mereka menjawab: “Bagaimana Thalut memerintah Kami, Padahal Kami lebih berhak mengendalikan pemerintahan daripadanya, sedang diapun tidak diberi kekayaan yang cukup banyak?” Nabi (mereka) berkata: “Sesungguhnya Allah telah memilih rajamu dan menganugerahinya ilmu yang Luas dan tubuh yang perkasa.” Allah memberikan pemerintahan kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah Maha Luas pemberian-Nya lagi Maha mengetahui.

  • Tawadlu’ ( Asy Syu’araa’  26: 215 ),

215. dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu,Yaitu orang-orang yang beriman.

  • Penyantun ( Ali ‘Imran  3 : 159 ),

159. Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu[246]. kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, Maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

[246] Maksudnya: urusan peperangan dan hal-hal duniawiyah lainnya, seperti urusan politik, ekonomi, kemasyarakatan dan lain-lainnya.

  • Berani dan sportif ( At Taubah 9 :13 ),

13. Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), Padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu?. Mengapakah kamu takut kepada mereka Padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman.

  • Jujur ( HR. Al-Bukhari dan Muslim ),

“Hendaklah kalian berlaku jujur karena kejujuran itu menunjukan kepada kebaikan, dan kebaikan menunjukan jalan menuju surga”

  • Pemaaf ( Ali ‘Imran  3 :134 ),

134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

  • Sabar ( Ali ‘Imran  3 : 200 ),

200. Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.

  • Adil ( Al Maa-idah  5 : 8),

8. Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

  • Lapang dada (HR. Abu Dawud), dan
  • Melindungi umatnya (HR. Muslim).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: