dari hati untuk semua….

Assalamu’alaykum warohmatullohi wabarokatuh,

Subhanalloh, terimakasih ya Alloh engkau telah mempertemukannya kami kembali pada hari Jum’at dimana kami dapat bersilaturahmi dengan kaum muslimin yang mendambakan ceramah dari Chotib yang menerangkan betapa  Indahnya Islamku.  Sahabatku yang dirahmati Alloh, marilah kita simak sedikit tambahan pencerahan pagi hari nan indah ini dari Rumah Baca Al-Rasyid, semoga bermanfaat, amin.

Sahabatku … Seharusnya Sabar Itu Di Awal Musibah

Alhamdulillah wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in.

Perlu diketahui, bahwa sabar yang menjadikan seseorang mendapatkan ganjaran pahala adalah sabar ketika di awal musibah dan inilah yang dinamakan sabar sebenarnya.   Adapun sabar sesudahnya adalah cuma sekedar hiburan.   Adapun jika seseorang menghadapi musibah, langsung dengan amarah dan tidak ridho pada takdir Alloh, namun setelah itu dia menahan diri dan bersabar karena mungkin mendapatkan nasehat atau yang lainnya, maka ini bukanlah sabar yang sebenarnya.   Kita dapat melihat hal ini dalam kisah seorang wanita bersama Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.


Dari Anas bin Malik beliau berkata :

Yang artinya : ”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati seorang wanita yang sedang menangis di sisi kuburan. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ”Bertakwalah pada Alloh dan bersabarlah.” Kemudian wanita itu berkata,”Menjauhlah dariku. Sesungguhnya engkau belum pernah merasakan musibahku dan belum mengetahuinya.”


Kemudian ada yang mengatakan pada wanita itu bahwa orang yang berkata tadi adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Kemudian wanita tersebut mendatangi pintu (rumah) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian dia tidak mendapati seorang yang menghalangi dia masuk pada rumah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.   Kemudian wanita ini berkata,”Aku belum mengenalmu.”
Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

Yang artinya :  ”Sesungguhnya namanya sabar adalah ketika di awal musibah.” (HR. Bukhari, no. 1283)


Semoga Alloh memberikan kita taufik dan hidayah untuk selalu ridho dengan takdir Alloh yang kita rasa itu pahit.   Semoga Alloh juga selalu memberikan kita kemudahan untuk bersabar di awal-awal musibah, walaupun itu mungkin terasa berat.   Jika seseorang memiliki keyakinan yang mantap pada Alloh dan meyakini ada hikmah yang besar di balik setiap musibah, tentu dia akan memilih untuk bersabar, Amien.


Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: