dari hati untuk semua….

Iman dalam arti khas/sempit adalah Arkanul Iman, rukun Iman yang enam, yaitu : Iman kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Kiamat, dan taqdir yang baik maupun yang buruk.  Sebagaimana jawaban Nabi Muhammad saw, atas pertanyaan Malaikat Jibril : ”Wahai Muhammad apakah Iman itu”

Nabi Muhammad menjawab:
”Iman itu ialah engkau percaya kepada Allah, Malaikat-malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Kiamat dan Taqdir baik atau buruk.”
(HR al-Bukhari dan Muslim).
.
Iman dalam arti luas adalah sama dengan Dinul Islam.

Rasulullah saw bersabda :
”Iman itu mencapai tujuh puluh lebih atau enam puluh lebih cabang”
(HR Muslim)

Iman itu mencakup ucapan dan perbuatan, ucapan hati dan lisan, amal hati dan amal lisan serta amal anggota tubuh.  Iman bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

Hakikat Iman akan terdapat dalam diri seseorang yang memahami hakikat agamanya, berjuang membela agama dengan segala kemampuannya, menjadikannya sebagai ibadah dan da’wah, berhijrah dan menang karenanya, berjihad dan bertindak untuknya.

Iman sebagai keyakinan hati, ucapan lisan dan perbuatan anggota badan ini memiliki karakteristik-karakteristik tersendiri, yaitu :

1. Mencintai Rasulullah saw.
Dari Anas r.a. Rasulullah bersabda :
”Tidak beriman seseorang di antara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada kedua orang tuanya, anaknya, dan seluruh manusia” (Muttafaqun ‘Alaih).

Umar bin Khatab berkata kepada Rasulullah saw, kemudian Rasulullah mengoreksi perkataannya :
‘Wahai Rasulullahah, sesungguhnya engkau adalah orang yang paling aku cintai dari segala sesuatu selain dari diriku sendiri”

Maka beliau bersabda :
”Demi diriku yang ada pada kekuasaan-Nya, sehingga aku lebih engkau dicintai daripada dirimu sendiri”
Umar berkata : ”Sungguh, sekarang aku lebih mencintaimu daripada diriku sendiri”
Rasulullah saw bersabda: ”Sekarang wahai Umar” (HR al-Bukhari).

2. Mencintai Kaum Anshar.
Dari Anas r.a., Nabi Muhammad saw bersabda :
” Tanda keimanan adalah mencintai kaum Anshar, sedangkan tanda kemunafikan membenci kaum Anshar” (Muttafaqun ‘Alaih).

3. Mencintai Orang Mukmin.
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw bersabda :
”Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidaklah beriman hingga kalian saling mencintai.  Apakah kalian suka aku tunjukan sesuatu apabila kalian lakukaan maka kalian akan saling mencintai, sebarkan salam diantara kalian”
(HR Muslim).

4. Mencintai saudara Muslim.
Dari Anas bin Malik r.a. dari Nabi Muhammad saw, bersabda :
”Tidaklah beriman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya (atau beliau bersabda: Tetangganya) seperti apa yang ia cintai untuk dirinya”
(Muttafaqun ‘Alaih).

5. Menghormati Tetangga, Tamu dan tidak Berkah Kecuali dengan Kebaikan
.
Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw, bersabda :
”Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.  Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan Tetangganya.  Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya” (Muttafaqun ‘Alaih).

6. Memelihara kebaikan dan Melarang kemunkaran.
Dari Abu Sa’id al-Khudri r.a. berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda :
”Siapa saja yang melihat kemunkaran maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, dan jika tidak mampu maka dengan lisannya dan jika tidak mampu juga maka dengan hatinya, yang demikian itu selemah-lemah Iman”
(HR Muslim).

7. Nasihat.
Dari tamin r.a. Rasulullah saw bersabda: ”Agama itu nasihat”
Kami berkata : ” Kepada siapa?”
Beliau bersabda :  ”Kepada Allah, Kitab2-Nya, Rasul2-Nya, para pemimpin umat Islam, dan orang awam mereka” (HR Muslim)

8. Beriman Merupakan Amal Terbaik.

Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah saw ditanya : ”Amal perbuatan  apa yang paling utama?”
Beliau menjawab : ”Beiman kepada Allah”
Penanya berkata : ”Kemudian apa? ”
Beliau menjawab : ‘‘Berjihad di jalan Allah”, ”Haji yang Mabrur” (Muttafaqun ‘Alaih)

9. Iman bertambah dengan ketaatan dan Berkurang dengan Kemaksiatan
.
a. Allah swt berfirman :
”Dia-lah yang menurunkan ketenangan dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).  Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana (QS. al_fath 48-4).
”Dan apabila diturunkan suatu surat, maka diantara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: ”Siapakah diantara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, dan mereka merasa gembira (QS. at-Taubah 9-24).

b. Dari Abu Hurairah r.a. rasulullah saw bersabda :
‘Tidaklah seseorang berzina ketika berzina ia seorang mukmin, tidaklah seseorang mencuri ketika mencuri ia seorang mukmin, dan tidaklah seseorang meminum khamar, ketika meminum ia seorang mukmin.” (muttafaqun ‘Alaih).

c. Dari Anas r.a. Rasulullah saw bersabda :
”Keluar dari api neraka orang yang mengucapkan ”La illaha illallah”, dan dalam hatinya terdapat kebaikan seberat gandum.
Keluar dari api neraka orang yang mengucapkan ”La illaha illallah”, dan dalam hatinya terdapat kebaikan seberat jagung.
Keluar dari api neraka orang yang mengucapkan ”La illaha illallah”, dan dalam hatinya terdapat kebaikan seberat biji sawi.”

Dalam riwayat lain disebutkan, ”keimanan” sebagai ganti dari kata ”kebaikan” (muttafaqun ‘Alaih).

10. Amal Orang Kafir yang dilakukaan sebelum masuk Islam.
a. Jika orang kafir masuk Islam kemudian bagus keIslamannya, maka kejahatan-kejahatannya, akan diampuni, sebagaimana firman Allah swt ;
”kakatakanlah kepada orang-orang kafir itu, ”Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu, dan jika mereka kmbali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu (QS. al-Anfal 8-38).

b. Perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan, sesuai dengan riwayat al-Hakim bin Hamzah r.a. ia bertanya kepada Rasulullah saw, ”Bagaimana menurut engkau terhadap perkara yang aku lakukan pada masa jahiliyah, apakah ada sesuatu bagiku?”
Rssulullah saw bersabda :
”Kamu telah masuk Islam dan bagimu pahala kebaikan yang telah kamu kerjakan sebelum masuk Islam” (muttafaqun ‘Alaih).

c. Siapa yang masuk Islam kemudian berbuat keburukan, maka akan dibalas atas dosa yang dilakukan sebelum masuk Islam dan setelahnya, berdasarkan sabda Rasulullah saw:
”Siapa yang berbuat baik dalam Islam, maka ia tidak akan diganjar dengan kejelekan yang ia lakukan pada masa jahiliyah.  Dan siapa yang berbuat jelek dalam Islam, maka dia akan diganjar dengan yang pertama (sebeum masuk Islam) dan terakhir (setelah masuk Islam)” (muttafaqun ‘Alaih).

Oh Betapa Indahnya Islamku ini.

.
Wassalammu alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: