dari hati untuk semua….

Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
.
Sahabat Rumah Baca Al-Rasyid yang insya Allah dirahmati oleh Allah SWT, pencerahan Senin pagi hari yang cerah adalah cerita singkat hubungan antara suami istri yang harus menjadi panutan buat kita, semoga bermanfaat.

Jadi teringat akan sepenggal isi hadits berikut ini:” Orang yang memuliakan kaum wanita adalah orang yang mulia, dan orang yang menghina kaum wanita adalah orang yang tidak tahu budi. (HR. Abu ‘Asaakir)

Seiring dengan gerak teraturnya waktu, yakinlah kalian akan menemukan potret sesungguhnya dari istri kalian.  Potret utuh tanpa sekat dan kepalsuan.  Sekali lagi, seiring dengan bergeraknya jarum jam di dinding rumah kalian, kalian akan menguak seluruhnya tentang istri kalian.  Kalian akan memiliki pengetahuan yang sebelumnya belum pernah kalian ketahui.

Setelah kalian menikah dengan istri kalian beberapa waktu, kalian akan menemukan potret yang tidak lagi monochrome tentang dirinya.  Kalian akan mengalami yang sama.  Lalu, dengan pengetahuan itu, akan muncul dua opsi : kalian semakin mencintainya atau kalian akan kecewa dengannya.

Terlebih ketika pernikahan yang akan dilakukan sejak awal berparadigma tuntutan, bukan sebagai ruang tegur sapa keilmuan; bukan sebagai ruang meningkatkan keimanan; tempat masing masing kita berkesempatan belajar, juga ruang kita saling menguatkan dan meningkatan keimanan.  Mendesain rumah tangga kita sebagai rumah para pembelajar, madrasah bagi generasi Rabbani.

Begitulah semestinya kita membangun keluarga, rumah tangga yang dibangun diatas bingkai keluarga pembelajar.  Para suami bukan konsumen yang menuntut pelayanan dengan menihilkan kekurangan istri.  Masing masing memiliki kelebihan.  Kata Nabi Shallallahu alaihi wassallam, yang artinya : wafii kulli khair ( setiap kita memiliki potensi, kelebihan, kebaikan). Tapi sebagaiamana tabiat alam, tak ada yang sempurna pada diri makhluk hidup. Masing masing kita juga memendam kelemahan.

Kiranya pesan Rasulullah berikut patut untuk dijadikan renungan, yang artinya : Janganlah seorang mukmin memarahi seorang mukminah ! apabila tidak suka terhadap salah satu perangainya, maka masih ada perangai lain yang menyenangkan.” (HR.Muslim).

Ada sisi lain dari kepribadiannya yang sebenarnya sangat mempesona.  Persoalannya, bagaimana kalian menemukannya ?  Menempatkan istri kalian dalam posisi istimewa. Ia sangat berarti dalam hidup kalian.  Sesungguhnya istri kalian memiliki rekening peran yang luar biasa besar bagi keluarga.  Sayangnya, kalian jarang jeli menangkap setiap peran yang dilakukan. Kenapa ?  Sebagian suami menganggap bahwa apa yang dilakukan para istri merupakan kewajaran.  Begitulah yang seharusnya dikerjakan oleh istri, pikir kalian. Kalian melihat pekerjaan istri tidak terlalu menarik.  Kehadiran seorang istri terasa tidak bermakna.  Sungguh, pada Allah ta’ala saya berlindung atas semua sikapku yang tidak baik itu.

Akhirnya, makna kehadiran akan lahir dalam kepergian.  Ketika kekasih kalian tidak ada, barulah kalian membutuhkan kehadirannya.  Rumah terasa sunyi, sejumlah kerepotan akhirnya kalian rasakan.  Dan tidak ada tempat berbagi serta bercerita.  Padahal sebelumnya, ketika ia hadir kalian tidak cukup memperhatikannya.

Kisah singkat:
Ada sebuah catatan kecil dimana ketika istri saya harus opname dirumah sakit, saya berkesempatan pulang sejenak . Begitu membuka pintu rumahku, saya merasakan ada yang hilang.  Sepi, posisi barang barang, buku buku, dan tata letak ruangan, mengingatkan saya pada kehadirannya.  Sisi melankolis saya menyeruak hadir.  Saya pejamkan mata. Tapi pelupuk mata saya tidak kuasa menahan air mataku. Saya menyadari bahwa saya butuh dia : istriku yang tercantik dihatiku.

Lihatlah bagaimana Rasulullah Saw tidak dapat melupakan Khadijah binti Khuwailid, meskipun beliau telah lama meninggal.  Goresan kenangan itu terus ada. Bahkan, kenangan itu terasa membekas dan susah untuk dihapuskan. Sampai sampai Aisyah bertutur dengan jujur bagaimana cemburu terhadap khadijah. Kecemburuan pada orang yang tidak lagi hadir. Tapi begitulah cinta. Ia tidak ingin dibagi. “Allah sekali kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam satu rongganya,  . . . . . “ (QS. Al-Ahzab; 33 : 4). Wallahua’lam.

“Saya tidak pernah merasa cemburu pada istri–istri NAbi Shallallahu alaihi wassallam,” kata Aisyah.  Ia lalu melanjutkan , “ kecuali, terhadap Khadijah.  Padahal saya tidak pernah berjumpa dengannya. Tapi karena Rasulullah sering menyebutnya dan sering menyembelih kambing, lalu dipotong beberapa bagian dan dikirimkan pada kenalan kenalan baik Khadijah itulah sebabnya.

“Saya sering berkata kepadanya :” seakan akan di dunia ini tidak ada wanita selain Khadijah ! “ maka beliau akan menjawab :” sesungguhnya Khadijah itu begini dan begitu, dan hanya dengan dialah aku dikaruniai anak.” (HR.Bukhari dan muslim)

Suatu ketika Halah binti Khuwailid, saudari Khadijah, pernah minta izin untuk masuk rumah Rasulullah saw . Rasulullah kaget, ia terhenyak sejenak. Ingatan beliau langsung tertuju pada Khadijah; suaranya, raut wajahnya dan segala gerak geriknya. Maka, ketika kesadaran beliau hadir, dalam keterharuan beliau berkata :” Ya Allah, Halah binti Khuwailid. Kukira engkau ini Khadijah.”

Seiring dengan gerak teratur waktu, kuteringat kembali saat itu ketika suamiku berucap :” dek, mas ingin sekali menempatkan adek sebagai wanita tercantik dihati mas, lillah. Ijinkan mas untuk lebih dekat mengenal sisi terdalam hati kewanitaanmu wahai Khadijahku…..

Kisah Rasulullah bersama Khadijah terlalu menarik untuk dibaca, dan menjadi hampa jika kita tidak belajar mewujudkannya.  Mencintai dengan sepenuh hati. Wallahu a’lam.

 

Maha suci Allah dengan segala Firman-NYA.

Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: